Pasuruan, Pojok Kiri
Rombongan TPAY (Taman Pendidikan Anak Yatim)
Majelis Ta'lim Baiturrohman nonton bareng di gedung bioskop cvg Maspion Square Surabaya, dalam rangka Penguatan pendidikan karakter melalui media film.
Nobar bareng tersebut di ikuti 105 anak yatim, dari desa Kejapanan kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Mereka dibajak melihat langsung film berjudul " Buku Harianku", untuk menanamkan muatan pendidikan karakter pada anak usia dini, pada Rabu, (19 Maret 2025) Pukul 12.30 WIB.
Sutiyani selaku pengasuh majlis ta’lim Baiturrahman saat di temui Jurnalis Pojok Kiri mengatakan, pada intinya nanti ada santunan, pemberian parcel, juga ada pemberian seragam kaos bertuliskan "Buku Harianku" dari petualangan yang menyatukan keluarga.
"Mangkanya kita ajak nonton bareng film kepribadian anak, supaya anak kita bisa menyerap isi film, "tuturnya.
Dengan nonton film tersebut, anak anak dapat mencari inspirasi dari film tersebut, dan bisa mengambil nilai positif, yang nantinya dapat menambah penguatan karakternya dalam kehidupan sehari hari, "harap sutiyani.
Sambil berbincang santai menikmati buka bersama , di ceritakan, usai Sutiyani nonbar, kalau di dalam tadi, antusias anak-anak sangat luar biasa, "Ada yang senang, nyaman, dan tak sedikit yang menangis. Bahkan saya sendiri ikut-ikutan terharu meneteskan air mata,”ujar perempuan yang duduk sebagai Ketua Yayasan ini.
“Saya sampai menangis. Filmnya memang sesuai dengan keadaan anak-anak sekarang. Yakni berkisah tentang anak yang tak punya ayah,” tuturnya.
Ia pun tak segan-segan memuji pemrakarsa acara tersebut: Forum Pemuda Pelopor, CGV Cinemas dan Blue Sheep Entartainment. Menurutnya, hasil menonton film itu benar-benar positif.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian terhadap anak yatim. Betul-betul sangat positif. Dan itu sangat membangun karakter kemandirian anak,” tegasnya.
Menurutnya, film ini memang layak untuk di tonton, terbukti anak anak usia menonton masih larut dalam suasana, "ujarnya.
Sementara itu Ketua Forum Pemuda Pelopor, Bagus Harianto menjelaskan bahwa pendidikan karakter sangat efektif digapai lewat menonton film. Sebab, sambungnya, anak akan menonton perbuatan baik secara langsung.
“Film itu sangat mempengaruhi perilaku anak-anak. Sangat memberi dampak yang besar. Karena anak-anak itu mesti diberi contoh perilaku yang baik,” ungkapnya.
Melihat antusias anak-anak, ia berjanji akan membuat acara serupa di kemudian hari. Karena lembaganya memang berfokus di bidang penguatan pendidikan karakter melalui media film.
"Insyaallah akan kita buat kontinyu. Akan kami agendakan di saat menjelang Idul Fitri seperti sekarang,” pungkas pria asal Kejapanan tersebut.
Suksesnya acara tersebut tidak lepas lari support dari By Forum Pemuda Pelopor, CGV Cinema, Blue Sheep Entertainment, dan Korlap PPK.(Syafi'i/Yus).