PASURUAN, pojok kiri Ramadan merupakan bulan suci yang harusnya bisa menjadi momen untuk membersihkan diri. Langkah yang dilakukan dengan menjaga hati dan perilaku serta menyebarkan kebaikan untuk sesama.
Hal itu disampaikan Ketua GM FKPPI Pasuruan Raya, Ayik Suhaya kepada para anggotanya. Ia mengajak anggota GM FKPPI Pasuruan Raya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan di bulan suci ini. "Ramadan ini, saatnya menjadi bulan untuk evaluasi diri. Serta pembersihan diri dari hal-hal buruk dan menjadi sarana untuk menebar kebaikan," kata Ayik.
Ia juga mengimbau anggotanya, untuk menjaga empat pilar. Yakni NKRI harga mati, Pancasila, UUD 45 serta Bhineka Tunggal Ika.
Sebagai pengawal berdirinya tonggak demokrasi untuk kepentingan masyarakat, pihaknya meyakinkan untuk terus mengawasi jalannya pemerintahan. Kalau kebijakan yang ditelurkan baik, maka akan didukung agar tercipta kesejahteraan masyarakat.
Namun, bila kebijakan yang dijalankan buruk, maka akan terus diingatkan. Bahkan, jalur hukum akan ditempuh, bila kritik membangun dan peringatan yang disampaikan tidak diindahkan oleh Bupati ataupun Wali Kota di Pasuruan.
Sebab, sebagai pemimpin, Wali Kota ataupun Bupati harus bisa mengayomi masyarakat. Ingat, kata Ayik, mereka itu bukanlah raja, yang minta dilayani.
"Tetapi, mereka itu adalah pelayan rakyat. Jadi, harus benar-benar bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat," tandasnya.
Ini penting, karena tak jarang, pimpinan daerah, lupa daratan. Mereka menganggap dirinya bak raja, yang selalu minta dilayani masyarakatnya.
Tidak pernah turun ke bawah, bahkan hanya buang-buang anggaran untuk kepuasan mereka. Tanpa memikirkan kepentingan rakyat. "Ini tugas kita bersama untuk meluruskannya," paparnya.(Yus)